Litchi chinensis Sonn


Litchi chinensis Sonn

leci

Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Litchi
Spesies: Litchi chinensis Sonn

Deskripsi
Daun


Leci memiliki daun yang menyirip dan merupakan daun majemuk menyirip genap (abrute pinnatus). Menurut Tjitrosoepomo (2007), biasanya pada daun menyirip genap terdapat sejumlah anak daun yang berpasang-pasangan di kanan dan kiri ibu tulang daun, oleh sebab itu biasanya lalu menjadi genap.
Daun tanaman leci berupa daun majemuk, dengan bentuk lonjong atau elips seperti daun kelengkeng namun agak keriting. Helaian daun terletak hampir berhadapan, berjajar pada tangkai daun dengan jumlah 2-8, berwarna hijau dan agak lemas. Tulang daun berwarna coklat kehijauan sampai coklat, ujung daun runcing dan tepi daun halus(Rukmana,2004).
Pada saat daun masih muda wana daunnya kemerarahan dan setelah agak tua daunnya berwarana hijau mengkilap dan cerah. Pohon leci ini memiliki dedaunan penuh dan bercabang-cabang.

Bunga
Mahkota bunga leci ini kecil,dan bunga berwarna hijau kekuningan. Bunga ini memiliki ranting tebal, bunga dengan 7-11 benang sari dalam kelompok tetap, buah halus dengan tonjolan sampai dengan 1 mm. Merupakan bunga majemuk dengan bentuk malai. Menurut Tjitrosoepomo (2007), dalam golongan malai ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian pula cabang-cabangnya.
Panjang bunga inikurang lebih dapat mencapai 30cm danmuncul atau tumbuh pada terminalis(ujung). Bunga Leci adalah pemandangan yang indah di musim semi ketika begitu banyak bunga menghiasi pohon. Berbunga jatuh tempo mendahului buah oleh sekitar 140 hari.
Bunga tanaman leci termasuk bunga majemuk yang tersusun dalam tangkai (tandan). Tangkai bunga pangjangnya 6,5-30 cm tumbuh pada pucuk cabang dan keluar dari ketiak daun. Tiap tangkai bunga berisi ratusan bunga kecil yang berwarna putih atau kekuning-kuningan. Pada saat mekar aroma bunga kurang enak. Bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu malai. Prosentase penyerbukan termasuk kategori sedang sampai tinggi karena dipengaruhi atau dibantu oleh serangga dan angin. Dari satu bunga dapat dihasilkan 1-40 butir buah dewasa(Rukmana,2004).
Buah dan biji


Buah leci tersusun dalam dompolan seperti rambutan. Bentuk buah bulat telur sampai bulat lonjong dengan kulit luar yang tipis. Permukaan kulitnya kasar, tidak berbulu, tetapi seperti terdapat sisa rambut. Sewaktu masih muda kulit berwarna hijaus etelah masak berwarna merah cerah bercampur unggu yang sepintas mirip stoberi. Bagian yang dimakan atau arilus(salut biji) yaitu bagian kulit dalam (endotesta) yang biasanya berasaldari pertumbuhan tali pusar berwarna putih, transparan,dan tebal. Rasanya manis, harum dan lezat. Di dalam arilus terdapat biji yang ukurannya bervariasi.
Varietas yang paling diinginkan mengandung biji atrophia yang disebut “lidah ayam”. Mereka sangat kecil, hingga 1 / 2 inci panjangnya benih yang lebih besar bervariasi antara 1 / 2 sampai 1 inci panjang dan gemuk daripada lidah ayam. Ada juga perbedaan antara Lychee bahwa kebocoran jus saat kulit rusak dan “kering dan bersih” varietas yang lebih diinginkan. Di beberapa daerah leci cenderung pembawa alternatif. Buah membelah biasanya disebabkan oleh fluktuasi tingkat kelembaban tanah(Anonymous,2010).
Daging buah leci dan biji leci mirip dengan lengkeng. Daging buah tebal berwarna putih transparan,berair, beraroma khas(spesifik), berasa manis masam tapi enak dan menyegarkan. Keharuman buah leci menjadi ciri khas tersendiri. Buah leci terdiri atas tiga bagian yaitu kulit 9,6%, daging buah 78,2%, dan biji 15,9%(Rukmana,2004).
Biji leci berbentuk oval juga dengan warna coklat tua dan hampir sama dengan lengkeng. Tanaman leci merupakan berkeping dua. Dapat dilihat dari jumlah daun lembaga pada biji yang merupakan salah satu ciri yang penting dalam mengadakan tumbuhan biji. Menurut Tjitrosoepomo(2007), tumbuhan yang bijinya mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga merupakan suatu golongan yang disebut tumbuhan berbiji belah(Dicotyledoneae). Pada gambar disamping terlihat akar lembaga yang mulai tumbuh.

Manfaat
Hal yang sangat menarik perhatian dari komposisi mineral leci adalah perbandingan antara potasium (K) dan sodium (Na) yang sangat tinggi, yaitu 171:1. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena makanan olahan yang kita konsumsi sehari-hari umumnya mengandung Na tinggi, tetapi sangat rendah K. Kalium (disebut juga sebagai potasium) sangat berperan penting dalam meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan sel tubuh, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Daftar Pustaka
Anonymous.2010.http:// plantamor.com. diakses tanggal 29 Desember 2010
Anonymous.2010.http://www.crfg.org/pubs/ff/lychee.html. diakses tanggal 29 Desember 2010
Anonymous.2010.http://phiets.wordpress.com/2009/06/06/budidaya-leci/ diakses tanggal 29 Desember 2010
Rukmana Rahmat.2004. Seri Budi Daya LECI; Potensi dan Peluang Agrobisnis. Yogyakarta: Kanisius
Tjitrosoepomo, Gembong .2007. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: